Kota Gunungsitoli, TARGETJURNALIS.Com – Ketua DPD Partai Persatuan Indonesia (PERINDO) Kota Gunungsitoli menghadiri acara penyambutan kedatangan Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli, yang telah dilantik kemarin Senin oleh Gubernur Sumatera Utara. Terlebih dulu Kami DPD Partai Perindo Kota Gunungsitoli mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Ir. Lakhomizaro Zebua dan Sowa’a Laoli, SE, M.Si, kembali memimpin Kota Gunungsitoli Periode ke – 2.
Dalam siaran Persnya, Selasa (27/04/2021), Elifati Telaumbanua mengatakan “pertama kita mensyukuri atas penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa kegiatan pelantikan kemarin berjalan lancar dan aman, hingga sampai pada hari ini acara penyambutan terlaksana dengan baik.”
Kemenangan pasangan LASO adalah amanah dan kepercayaan ke-2 yang diberikan seluruh masyarakat Kota Gunungsitoli untuk memimpin kembali Kota Gunungsitoli hingga Tahun 2024 kedepan, yang penuh dengan tanggungjawab.
Dia menjelaskan, banyak hal yang menjadi perhatian Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli untuk membenahi/mengevaluasi Instansi masing-masing SKPD yang bertugas membantu Kepala daerah dalam urusan pemerintahan Kota Gunungsitoli.
Walikota Gunungsitoli pernah mengatakan bahwa beliau bukan hanya membutuhkan orang pintar tetapi orang yang cerdas dan sigap dalam pekerjaan. Kita berharap ada peningkatan kualitas SKPD kedepannya, baik dalam pekerjaan maupun pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Kota Gungsitoli, ucap Elifati Telaumbanua.
Beberapa contoh, dikatakan Elifati Telaumbanua diantaranya di bidang Kesehatan dalam penanganan Covid_19 di Kota Gunungsitoli. Penerapan protokoler kesehatan (pemakaian masker) belum maksimal diterapkan kepada masyarakat. Vaksin sudah dilakukan sebagian dan kita berharap lebih cepat sampai ke masyarakat.
Pada kesempatan itu juga, Elifati Telaumbanua mengeluhkan lambannya kinerja birokrasi BPBD Kota Gunungsitoli pada hal motto BPBD “Siap Untuk Selamat”. Namun kenyataan hasil di lapangan BPBD belum sigap. Setiap bencana misalnya pada saat kejadian angin kencang/puting beliung rumah penduduk yang rusak dibiarkan berhari-hari, itupun sibuk hanya untuk kunjungan.
Pemberian bantuan untuk korban bencana bersifat stimulan laporan diatas cukup dengan dokumentasi foto, yang istilah lain ABS (Asal Bapak senang). Ini agar lebih tanggap dalam merespon bencana yang terjadi, karena masyarakat belum cukup puas.
Instansi terkait harus punya program bantuan pusat itu sangat banyak dan lebih mudah menyentuh masyarakat meliputi pembinaan, pencegahan dan kesiapsiagaan, pembangunan shelter di setiap titik rawan bencana. Tidak hanya mengharapkan dana APBD yang sangat terbatas.
Kedatangan Doni monardo kepala BNPB pusat ke Nias kiranya bukan hanya utk kovid 19 tetapi penanganan penanggulangan bencana diintegrasikan ke dlm perencanaan pembangunan yg dijabarkan dlm kegiatan kerja tahun ini.
“Seperti di daerah tempat tinggalnya di Desa Mo’awo, Kecamatan Gunungsitoli, kejadian rawan bencana angin kencang masih sering terjadi hingga saat ini kita masih blm dapat sepenuhnya mampu meniadakan resiko bencana yg disebabkan oleh kejadian atau peristiwa alam. Di harapkan keseriusan dari Instansi BPBD dalam penanganan dan lebih tanggap dalam merespon titik rawan terjadinya bencana alam,” terang Elifati Telaumbanua.
Elifati Telaumbanua berharap pandemi Covid-19 cepat berakhir dan bagaimana kita memberi ada pekerjaan sehingga ekonomi bisa bergerak, masyarakat sejahtera, demikian di bidang Kesehatan, sosial, pendidikan dan lain lain sehingga terwujud Visi – Misi LASO menjadikan Kota Gunungsitoli ” Berdaya saing, Nyaman dan Sejahtera, ungkapnya mengakhiri. (Tim-Red).


