KOTAGUNUNGSITOLI, TARGETJURNALIS.Com – Longsor TPT (Tembok Penahan Tanah) di Dusun III, Desa Saewe, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, yang menimbun badan jalan sehingga menimbulkan dampak bagi masyarakat Desa Saewe khususnya Dusun III yang melintasi jalan Fondako tersebut, dengan rasa kepedulian perwakilan masyarakat melakukan gotong royong, Senin (29/11/2021).

Salah seorang masyarakat Desa Saewe kepada awak media menuturkan bahwa kejadian longsor TPT ini sudah beberapa bulan lalu terjadi tepatnya pada tanggal 14 Agustus 2021 lalu, namun sampai saat ini tidak perhatian dan respon dari pemerintahan Desa Saewe walaupun sudah beberapa kali diberitahukan masyarakat kepada mereka, baik kepada Kepala Desa maupun Kepala Dusun III sebagai kepala wilayah.
Ditambahkannya, akibat dari longsornya TPT yang menimbun badan jalan terlebih di musim penghujan ini membuat jalan terkelupas total pada hal pengaspalan tersebut baru di bangun dari proyek Dana Desa Tahun Anggaran 2019 lalu. Reruntuhan TPT menimbun parit dan badan jalan sehingga debit air tidak bisa melewati parit tetapi aliran air hujan melewati didalam badan jalan, hingga alirannya memasuki rumah warga yang ada di ujung jalan tersebut, jelas Agustani Lase sekaligus Ketua Ranting PDI perjuangan Desa Saewe.
“Kami masyarakat bertanya-tanya kenapa pemerintah Desa Saewe tidak peduli dan tutup mata melihat kejadian ini, mulai dari Kepala Dusun III hingga Kepala Desa dan Aparat Desa lainnya tidak mau tau. Apa mereka (Pemdes Saewe) harus menunggu ada korban jiwa baru mereka tangani jalan ini…?. Sampai saat ini pemerintah Desa Saewe tidak ada tindakan sama sekali untuk peduli kepada kami warga Dusun III. Beberapa hari lalu ada warga yang mengalami kecelakaan akibat melewati jalan yang sangat sempit disebabkan longsornya TPT menimbun badan jalan,” kata Gustan Lase.
Ditempat yang sama, Yulifati Lase salah seorang tokoh masyarakat Desa Saewe mengatakan hari ini dengan rasa kepedulian masyarakat kami melakukan gotong royong membenahi dan mengecor jalan yang berlubang akibat terkelupas aliran air hujan. Tetapi kami sangat menyayangkan satu orang pun dari pemerintahan Desa Saewe tidak ada yang hadir pada gotong royong tersebut. Kami menduga Kepala Dusun III dan Pemerintahan Desa Saewe tidak lagi peduli dengan jalan ini, terbukti pada saat kami melaksanakan gotong royong satupun dari unsur pemerintahan Desa Saewe tidak ada yang datang. Padahal Pemerintah Desa Saewe yang seharusnya menggerakkan dan mencari solusi, atau mereka hanya tau mendapatkan gaji, tunjangan tiap bulannya dan fasilitas dari Negara namun mereka tidak peduli dengan apa yang dirasakan oleh warganya atau mereka hanya ingin menikmati gajinya saja….?, tegasnya mengakhiri.
Menanggapi hal tersebut Tongoni Zai, Kepala Desa Saewe saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp kepada wartawan mengatakan “Benar pak, tapi saat ini belum ada anggaran. Karena bila tanah longsor ini dibersihkan, maka rumah yang ada diatas akan ikut longsor, tetapi kita upayakan tahun depan ini untuk kita masukkan ke APBDes,” tulis Kades Saewe singkat.
Bahan Material seperti semen, pasir dan kerikil secara partisipasi warga Dusun III mengumpulkan dan membeli bahan material untuk memperbaiki/mengecor jalan yang berlubang agar bisa di lewati kendaraan roda dua.
Pantauan wartawan dilokasi, pelaksanaan gotong royong dihadiri perwakilan warga Dusun III, tokoh masyarakat, anggota BPD Temasokhi Lase dan satupun dari pemerintahan Desa Saewe tidak ada yang menghadiri kegiatan tersebut. (Tim Red NTJ).

