Nias Selatan Target jurnalis Com – UPTD Puskesmas Kecamatan Onolalu menggelar pertemuan dengan bidan desa dan pengelola program dalam rangka kegiatan evaluasi Pustu dan Poskesri di wilayah kerja Puskesmas onolalu bertempat di aula Puskesmas onolalu, Selasa (27/06/23).
Kepala Puskemas Onolalu OHITO Laia, SKM mengatakan, Pustu (Puskesmas pembantu) dan Poskesri (Pos kesehatan onolalu) merupakan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBDM). Tujuan kegiatan evaluasi ini dilakukan untuk memantau Pustu dan Poskesri yang ada di wilayah Puskesmas Onolalu. 
Kegiatan ini dilakukan berguna untuk memonitor dan evaluasi secara langsung mengenai pelayanan yg diberikan oleh bidan di Pustu dan Poskesri tersebut. Dari hasil monitoring dan evaluasi ini ditemukan buku-buku laporan, pencatatan grafik capaian sudah mulai lengkap dan nanti juga akan jadi pedoman untuk intervensi ke depannya supaya tercapai pelayanan kesehatan masyarakat secara maksimal.
Pihaknya juga mengingatkan pada bidan desa dalam memberikan pelayanan yang baik serta tidak lupa dengan istilah Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun. Kegiatan pertemuan bidan desa ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas diri, skill, pengetahuan dan kompetensi bidan desa dalam memberikan pelayanan dan masyarakat bisa terlayani dengan baik.
Sebagai pengelola Pustu dan Poskesri tersebut ditempatkan beberapa bidan desa sebagai penanggung jawabnya dengan harapan mutu kesehatan masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Bagi masyarakat desa/ kecamatan onoalu itu sendiri, peran dan keberadaan bidan desa sangatlah besar manakala terjadi hal-hal buruk menyangkut kesehatan masyarakat, maka pihak pertama yang memberikan pertolongan adalah bidan desa.
Sebagai pengelola, bidan desa di wilayah kecamatan onolalu memiliki tanggung jawab untuk memberi pelayanan dasar kesehatan kebidanan pada masyarakat di wilayah kerjanya tentunya dalam melaksanakan tugas ini, bidan desa wajib melibatkan klien dan masyarakat secara aktif.
Selain itu bidan Desa / wilayah lecamatan onolalu juga memiliki tugas untuk meningkatkan kemampuan kader kesehatan, serta tenaga kesehatan lain yang berada wilayah kerjanya termasuk memberikan penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat yang ada di wilayah kerjanya terutama tentang kesehatan.
( Fanema Bago).


