KEPULAUAN NIAS, TARGETJURNALIS.Com – Tim Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (B2PJN) Provinsi Sumatra Utara beserta rombongan, bersama Aliansi Masyarakat Sipil Pemerhati Pembangunan Kepulauan Nias (AMSP2-KN) melakukan peninjauan dan Kroscek lapangan di semua titik proyek pembangunan yang di kelola PPK 3.5 B2PJN terkait pekerjaan preservasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Serta Sanitasi Jalan Nasional Ruas Gunungstoli menuju Teluk Dalam yang sumber dananya berasal dari APBN Tahun 2021, Rabu (13/10/2021).

Sebelumnya kedatangan Tim B2PJN beserta rombongan dan perwakilan AMSP2-KN bertemu di Bandara Udara Binaka. Setelah berdialog dan mengambil suatu kesepakatan bersama, kedua belah pihak melakukan Investigasi dan Kroscek lapangan di sepanjang pembangunan proyek yang di kelola oleh PPK 35/B2PJN Tahun Anggaran 2021.
Hal ini dibenarkan ketua AMSP2-KN, Arlinus Zebua kepada wartawan menjelaskan “kedatangan Tim B2PJN Sumatera Utara hari ini atas permintaan Aliansi kepada Kepala Balai B2PJN Sumatera Utara, Selamat Rasidi tepatnya pada tanggal 15 September 2021 lalu, saat beliau dan rombongan datang di Kepulauan Nias mengecek pekerjaan proyek yang dikelola PPK 3.5/B2PJN yang mana pelaksana proyek sesuai kontrak adalah PT. Satu Tiga Mandiri, ucap Ketua AMSP2-KN.


Hal senada juga dikatakan Tim B2PJN Sumut bahwa kedatangan mereka hari ini sesuai Surat Perintah Tugas (SPT) untuk mendampingi AMSP2-KN melakukan pengecekan lapangan secara bersama-sama.
Arlianus Zebua menambahkan “Kami dari Aliansi AMSP2-KN dan Tim B2PJN Sumatera Utara telah mengecek, melakukan Investigasi lapangan proyek yang di kelola PPK 3.5/B2PJN. Dari hasil pemantauan kami, mutu dan kualitas pekerjaan sangat memprihatinkan atau bobrok, hanya asal jadi saja, mulai dari tambal sulam Jalan Nasional, pemeliharaan perawatan jalan (pemotongan rumput), pemeliharaan pengecatan jembatan, pembangunan pekerjaan parit beton, penimbunan bahu jalan, pembersihan parit mulai dari Kota Gunungsitoli sampai Teluk Dalam, dan Pembangunan Box Cover,” tegas Arlianus Zebua.
“Bukan hanya dari sisi mutu dan kualitas pembangunan saja yang sangat kami kritisi, bahan material dan campuran semen di parit beton, pengecatan jembatan, bahan aspal hotmix yang belum seumur jagung sudah terkelupas dan masih banyak yang lainnya. Proyek ini bersumber anggarannya dari APBN, dimana untuk tender 14 miliar lebih dan 2,5 miliar untuk swakelola, harusnya bahan material memenuhi standard dan harus di uji Lab, layak atau tidak layaknya dapat dipergunakan sebagai bahan material pada proyek tersebut, kata Arlinus Zebua, Ketua AMSP2-KN .
Dia menegaskan “ini fakta dan realita sebenarnya dilapangan, bukan opini. Kami tegaskan pelaksanaan pekerjaan proyek PPK 3.5/B2PJN Tahun Anggaran 2021 ini kondisi pekerjaan sangat memprihatinkan, asal jadi, jauh dari kata layak/bobrok. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat Kepulauan Nias yang peduli dan mendukung perjuangan ini, terlihat masyarakat di Kecamatan Somambawa, Kabupaten Nias Selatan, yang langsung turun dan memperlihatkan pekerjaan yang dikelola PPK 3.5/B2PJN kepada Tim B2PJN Sumatera Utara dan dihadapan Tim B2PJN Sumut masyarakat meminta untuk di bongkar dan diperbaiki sesuai dengan Spek dan RAB yang tertuang dalam kontrak kerja,” ujar Arlinus Zebua.
Kami sangat berharap kepada Kepala Balai B2PJN Sumatera Utara, Selamat Rasidi, agar beliau memerintahkan PPK 3.5/B2PJN, Firman Hutauruk, wilayah kerja Kepulauan Nias untuk membongkar dan memperbaiki kembali pelaksanaan pekerjaan tender yang dilaksanakan oleh PT. Satu Tiga Mandiri, maupun pekerjaan Swakelola, tegas Ketua AMSP2-KN mengakhiri.
Robert Siahaan, perwakilan Tim B2PJN Sumatera Utara sangat mengapresiasi atas penyambutan AMSP2-KN hari ini mulai dari dari penyambutan dari Bandara Binaka hingga pendampingan dalam melakukan investigasi dan Kroscek lapangan terkait pekerjaan yang dikelola PPK 3.5/B2PJN Wilker Kepulauan Nias Tahun Anggaran 2021.
“Kami sangat senang jika ada organisasi/LSM, Aktivis, Pers maupun masyarakat yang mengkritisi kinerja kami demi perbaikan kedepannya. Karena Lembaga/organisasi serta Pers adalah mata dan telinga kami sebagai ASN, ” ungkap Tim B2PJN Sumut.
James Simamora, Asisten Kasatker PJN 3/B2PJN Sumatera Utara saat berdialog dengan AMSP2-KN mengatakan “kegiatan investigasi hari ini pada pekerjaan yang dikelola PPK 3.5/B2PJN selanjutnya mereka akan melaporkan hal ini kepada Kepala Balai B2PJN Sumut dan salinan berita acara hasil audit akan diberikan kepada AMSP2-KN,” ucapnya saat pertemuan Tim B2PJN Sumut dan AMSP2-KN.
Dari pantauan wartawan dilokasi, kegiatan peninjauan lapangan Tim B2PJN Sumatera Utara dengan AMSP2-KN, selama kegiatan berlangsung PPK 3.5/B2PJN, Firman Hutauruk tidak terlihat di lapangan, namun Firman Hutauruk bersembunyi diatas mobil. (Tim Red NTJ).
