KOTA GUNUNGSITOLI, TARGETJURNALIS.Com – Sabarman Zalukhu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Kepulauan Nias (DPWK) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita) meminta Firman Hutauruk, PPK 3.5/B2PJN segera angkat kaki dan keluar dari Kepulauan Nias.

Hal dikatakannya secara tegas kepada wartawan, Minggu (03/10/2021) atas pernyataan Firman Hutauruk, PPK 3.5/B2PJN beberapa waktu lalu saat menerima audiensi massa pemuda Aliansi Masyarakat Sipil Pemerhati Pembangunan Kepulauan Nias (AMSP2-KN) di kantor PPK 3.5/B2PJN yang menyampaikan pernyataan sikapnya terkait pekerjaan preservasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Serta Sanitasi Jalan Nasional Ruas Gunungstoli menuju Teluk Dalam yang sumber dananya berasal dari APBN Tahun 2021.
Ketua DPWK LSM Gempita, Sabarman Zalukhu berpendapat, soal pernyataan Firman Hutauruk, PPK 3.5/BPJN yang menyatakan dirinya ‘SUDAH MUAK DI NIAS” tidak bisa ditolerir. Sebab, menurutnya, dia seorang pejabat yang semestinya tidak pantas mengucapkan pernyataan itu, tegasnya.
“Apa salah Daerah Pulau Nias ini sehingga dia menyatakan muak bertugas di Nias?” tanya Sabarman Zalukhu.
Menurut tokoh pemuda Nias itu, akibat pernyataan Firman Hutauruk, PPK 3.5/B2PJN tersebut, kini terbentuk image di Nias ini tidak baik. Saya melihat pernyataan yang bersangkutan itu bisa menggiring opini bahwa daerah Nias ini buruk terhadap pendatang, karena arti kata Muak itu : sudah jemu, merasa jijik sampai hendak muntah, merasa bosan atau jijik, jika Ia (Firman Hutauruk) sudah Muak tugas atau tinggal di Nias segera Dia angkat kaki keluar dari Kepulauan Nias ini, ucap Sabarman Zalukhu.
“Karena kau (Firman Hutauruk) sudah muak di Nias, maka segera angkat kaki, kami tidak butuh juga dengan orang seperti kau ini di Pulau kami tercinta (Tanö Niha),” tegas Sabarman Zalukhu.
Ditambahkannya, Firman Hutauruk adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang siap bertugas dan ditempatkan di seluruh wilayah indonesia. Harusnya Ia tidak pantas mengucapkan kata-kata itu. Meski Firman Hutauruk sudah menyampaikan permintaan maafnya, namun menurutnya, ini bukan soal minta maaf atau tidak. Kepulauan Nias adalah daerah yang menjunjung tinggi adat istiadat, budaya, apalagi penuh dengan toleransi antar umat beragama serta selalu mengedepankan toleransi agar tercipta ketentraman dan kedamaian satu sama lain, kata Sabarman Zalukhu mengakhiri.
Untuk diketahui, Firman Hutauruk PPK 3.5/B2PJN beberapa waktu lalu telah menjelaskan bahwa dia mengatakan sudah muak di Nias ini karena sudah 3 tahun tidak bersama/jauh dari keluarga.
Dari pantauan wartawan, atas pernyataan Firman Hutauruk PPK 3.5/B2PJN mengatakan “Sudah Muak di Nias” mendapat kecaman dan protes dari berbagai kalangan masyarakat, baik dari Tokoh adat, agama, pemuda, budaya, pemerhati, para aktivis, LSM/Ormas, Pers, dan elemen masyarakat Kepulauan Nias. (St. Lase).
