Kabupaten Nias, TARGETJURNALIS.Com – Puluhan warga jemaat Gereja Kristen Baithani (GKB) jemaat Persaudaraan, di Desa Fulolo Lalai, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias, protes dan keberatan atas sikap oknum Pendeta OCB perwakilan Sinode yang membacakan pengumuman pengunduran diri puluhan jemaat GKB pada Minggu (16/05/2021) lalu, menurut mereka terlampau arogan dan terkesan tak berdasar sehingga bukan menyelesaikan masalah malah membuat polemik di tengah-tengah jemaat GKB.

Hal ini dikatakan A.W salah seorang perwakilan warga jemaat GKB kepada wartawan, Selasa (18/05/2021) mengatakan “pembacaan keputusan pengunduran diri oleh oknum Pendeta OCB kami duga rekayasa dan bersifat sepihak karena warga jemaat belum pernah mengajukan pengunduran diri kepada Sinode sebagai pimpinan Gereja Kristen Baithani (GKB).”
“Kami sangat menyayangkan pembacaan keputusan sepihak oleh oknum pendeta OCB pada hari Minggu lalu di jam ibadah yang merupakan ibadah sakral untuk warga jemaat melaksanakan kebaktian malah dengan sikap arogansi OCB membacakan pengunduran puluhan jemaat memicu kontroversi dan permasalahan yang berselisih, bukan suatu cara penyelesaian masalah,” ucap A.W.
Lebih lanjut, A.W menjelaskan pada hari Minggu pada saat pembacaan pengunduran diri jemaat GKB oleh oknum pendeta OCB sempat ricuh namun pihak keamanan dari Polsek Hiliduho bisa memberikan suasana menjadi kondusif dan aman.
“Pihak kepolisian dari Polsek Hiliduho mengambil sikap untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan ini pada hari Rabu (19/05/2021) pukul 10.00 wib pagi bertempat di Mapolres Nias memanggil pihak terkait baik kami warga jemaat, Pendeta YG, Pendeta OCB, Pemerintah Desa Fulolo Lalai. Kami warga jemaat berharap sikap bijaksana dari pihak Polres Nias untuk menjembatani penyelesaian masalah yang terjadi di Gereja Kristen Baithani (GKB) di Desa Fulolo lalai, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias,” harap warga GKB Fulolo Lalai.
Sampai berita ini diturunkan, oknum pendeta OCB tak bisa dikonfirmasi meminta tanggapannya. (Tim-Red).


