Kota Gunungsitoli, TARGETJURNALIS.Com – Pemeriksaan swab antigen di Bandar Udara Binaka Kota Gunungsitoli diduga modus mencari duit. Bagaimana tidak, dilokasi pemeriksaan itu hanya dilakukan oleh analis tanpa kehadiran dokter pemilik klinik.
Hal ini disampaikan Ketua PPWI Kota Gunungsitoli, Arozatulo Zebua, S.E kepada media Nias TargetJurnalis.Com Sabtu, (17/04/2021) menjelaskan “Beberapa hari yang lalu tanggal 07 April 2021, Dia berkunjung ke Bandara Udara Binaka dalam keperluan mengantar orangtua tujuan penerbangan dari Nias ke Padang, Sumatera Barat. Sesampai di Bandara, kami langsung menuju ke Klinik yang tersedia dilokasi Bandara untuk melakukan pemeriksaan Swab Antigen yang disyaratkan dalam kelengkapan keberangkatan penumpang penerbangan.”

Anehnya, diklinik itu yang melakukan pemeriksaan entah analis atau perawat intinya adalah disana tanpa dokter pemilik klinik itu, kemudian biaya pemeriksaannya dimintai sebesar Rp 250.000,- (dua ratus ribu rupiah) dan surat keterangan hasil pemeriksaan yang mereka keluarkan tertera atas nama dokter pemilik klinik itu, namun nyatanya ditandatangani secara formalitas oleh petugas yang ada di Klinik. Dalam hukum administrasi apakah itu dibenarkan?, sungguh luar biasa bukan? nama dokter dan izin klinik menjadi modal untuk dipampang yang patut diduga sebagai modus mencari duit, ” jelas Arro Zebua.
“Kenapa tidak, beber Aro Zebua, jika hanya memampang izin dan nama dokter lalu orang lain yang melakukan pemeriksaan sudah jelas hasil pemeriksaannya diragukan, dan kegiatan ini sudah tidak termasuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai virus corona (Covid_19), justru ini terkesan mengambil kesempatan berbisnis, kasihan masyarakat kita,” ucapnya.
Dalam paparannya kepada media ini, Arro Zebua menyebutkan perihal ini telah dia konfirmasi langsung melalui WhatsApp dokter pemilik klinik itu, mengatakan bahwa prakteknya merupakan praktek pribadi dan tempat hanya berupa sewa.
“Prakteknya pribadi Pak dan kami hanya sewa tempat dan yang melakukan pemeriksaan adalah analis” jawab dokter Nov Zega singkat melalui WhatsApp yang diterima Minggu, 11 April 2021, kata Arro Zebua.
Lebih jauh Arro Zebua menyampaikan semestinya unit penyelenggara Bandara Udara Binaka Gunungsitoli menolak surat keterangan hasil pemeriksaan swab antigen yang dikeluarkan oleh klinik tersebut karna dinilai cacat administrasi.
Kalau menganalisa ucapan dokter Nov Zega, bahwa tempatnya disewa lantas uang sewa itu dikemanakan dan apakah bisa kantor Bandara disewakan?
Ucap Arro Zebua Ketua PPWI Gunungsitoli ini dengan nada kesal.
“Kita dari PPWI berencana untuk melayangkan surat ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait persoalan ini, agar Klinik ini bisa ditertibkan izin operasionalnya dan penyelenggara Bandara Binaka diperiksa terutama mengenai lolosnya surat keterangan Rapid Tes Antigen yang ditandatangani secara formalitas diatas nama dokter oleh analis ” tegas Arro Zebua (Tim-Red)


