Kabupaten Nias, TARGETJURNALIS.Com – Puluhan orang tua siswa dan tokoh masyarakat mendatangi Kantor SMP Negeri 3 Hiliduho, Kabupaten Nias, menyampaikan aksi protes dan meminta klarifikasi kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Hiliduho, dimana sudah satu tahun Ijazah Siswa/siswi yang tamat Tahun lalu belum kunjung dibagikan, Senin (10/05/2021) sekira pukul 10.00 Wib pagi.
Orang tua siswa mengkuatirkan anak mereka terancam dikeluarkan oleh sekolah yang dituju, akibat setahun lamanya belum mendapatkan Ijazah.

Terlihat dalam aksi perwakilan orangtua siswa/siswa sempat ricuh karena para orangtua siswa serta tokoh masyarakat kecewa dan sangat kesal dimana Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Hiliduho Delviani Lase belum datang ke Sekolah.
Kehadiran orangtua siswa dan tokoh masyarakat hanya diterima Wakil Kepala Sekolah dan Guru lainnya. Tuntutan orang tua meminta kejelasan pihak sekolah tak membagikan Ijazah kepada anak-anak mereka, karena telah satu tahun lulus dari SMPN 3 Hiliduho namun Ijazah belum diterima siswa.
Orangtua siswa juga kecewa dan keberatan atas sikap arogansi Kepala Sekolah SMPN 3 Hiliduho memaki-maki Siswa/i dan orang tua siswa yang menarik Dana PIP melalui ATM tanpa melaporkan kepada Kepala Sekolah, bahkan menurut orangtua seringkali Kepala Sekolah Delviani Lase ringan tangan dan mengeluarkan kata-kata kotor pada siswa.
Fo’arota Ndraha salah seorang perwakilan orang tua kepada wartawan mengatakan “kedatangan orangtua siswa sebagai protes dan rasa kesal akibat etika Kepala Sekolah yang tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin dan tenaga pendidik,” ucap Fo’arota Ndraha.
“Kepala Sekolah marah-marah dan mengeluarkan kata-kata kotor kepada siswa sampai membawa-bawa nama kami sebagai orangtua karena siswa/i telah menarik Dana PIP tanpa melaporkan ke beliau. Dalam kegiatan sekolah, Kepala Sekolah sangat lalai dan tidak aktif. Sudah satu tahun anak-anak kami menamatkan/lulus tetapi ijazah tak kunjung dibagikan, pada hal Sekolah yang dituju anak-anak kami saat ini sering mengingatkan supaya administrasi pendaftaran dari sekolah asal dilengkapi,” tutur Fo’arota Ndraha.
Lebih lanjut dia mengatakan “sejak Delviani Lase diangkat sebagai Kepala Sekolah SMPN 3 Hiliduho, pembahasan Rencana Penganggaran Dana BOS, Orangtua, Komite Sekolah dan Guru-Guru tak pernah di undang. Kami sudah menyampaikan laporan secara tertulis ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Inspektorat, Kepala BKD, Komite Sekolah dan kepada Bupati Nias. Kami menunggu kebijakan dan tanggapan pemerintah Kabupaten Nias menyikapi permasalahan ini, ungkap Fo’arota Ndraha.
Harapan kami orangtua siswa kepada pemerintah Kabupaten Nias Kepala Sekolah SMPN 3 Hiliduho diganti, kalaupun tidak Kepala Sekolah Defenitif silakan di Plt kan diantara guru-guru yang ada, supaya mutu pendidikan di sekolah ini benar-benar terjamin dan terperhatikan, jangan amburadul, tegas Fo’arota Ndraha mengakhiri.
Terpisah, saat dikonfirmasi Ketua Komite SMPN 3 Hiliduho mengatakan “kejadian itu akibat kesalahpahaman, pihak Komite Sekolah akan segera mengklarifikasi ke pihak sekolah dan Dinas terkait untuk mendapat solusi terbaik. Sudah kewajiban kita untuk menindaklanjuti Aspirasi orangtua siswa dan juga melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah ini. Selaku Komite Sekolah berharap kepada orangtua siswa dan masyarakat bisa menahan diri, kiranya dengan duduk bersama antara orangtua dan sekolah, masalah ini bisa diselesaikan,” ujar Ferdinand Ndraha.
Sampai berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SMPN 3 Hiliduho Delviani Lase masih belum dikonfirmasi. (St. Lase).


